KWI Imbau Masyarakat Kritisi Program Capres dan Cawapres
Jumat, 07 Mei 2004 10:57 WIB
Jakarta - Konferensi Waligereja Indonesia (KWI) mengimbau umat Katolik dan masyarakat luas agar wacana pemilu diubah. Hal ini, menurut KWI, agar kesejahteraan masyarakat dapat diwujudkan."Jika sebelumnya lebih menyoroti konfigurasi politik, sekarang lebih ditujukan kepada agenda konkret yang mengarah pada kesejahteraan masyarakat."Demikian dikatakan Ketua KWI Kardinal Julius Darmaatmadja S.J dalam konferensi pers di Gedung KWI Jl. Cut Mutia, Jakarta Pusat, Jumat (7/5/2004).KWI berharap munculnya tokoh seperti Hasyim Muzadi dalam kancah pilpres mendatang dapat mewujudkan aspirasi rakyat. KWI juga mengimbau masyarakat untuk bersikap kritis dalam memilih capres di Pemilu Presiden mendatang. "Tampilnya tokoh moral seperti Hasyim Muzadi dan Gus Solah, kami mengimbau agar dalam menjalankan tugas tetap dengan kejernihan moral mereka masing-masing," kata Julius.Julius menilai tugas yang diemban mereka pun akan lebih berat nantinya. "Tentu saja tugas mereka lebih berat dari sebelumnya, sekarang ada tuntutan mewujudkan apa yang telah mereka suarakan," tutur Julius.KWI mengimbau masyarakat bersikap kritis dalam memilih cepres dan cawapres."Melihat konfigurasi politik saat ini, KWI sebagai lembaga moral mengimbau masyarakat untuk lebih kritis melihat capres yang ada dari segi program-programnya," Julius berujar. Siapa pun yang terpilih nanti, Julius berharap wacana yang dibawa mereka dapat mewujudkan kesejahteraan yang merata, juga penegakan hukum. "KWI sendiri tidak terlalu memperhatikan track record masing-masing capres, semua diserahkan sepenuhnya kepada rakyat."Kalaupun dalam prakteknya ternyata para capres dan cawapres tidak dapat mewujudkan hal tersebut, KWI hanya bisa melakukan imbauan. "KWI tidak akan mencampuri urusan perpolitikan, hanya dapat memberikan imbauan pada mereka. Karena KWI hanya lembaga moral yang tidak bisa ikut campur dalam perpolitikan," demikian Julius.
(dit/)











































