Bush Minta Maaf atas Skandal Penyiksaan Tahanan Irak

Bush Minta Maaf atas Skandal Penyiksaan Tahanan Irak

- detikNews
Jumat, 07 Mei 2004 10:58 WIB
Jakarta - Presiden Amerika Serikat George W Bush yang berupaya meredakan kemarahan internasional, akhirnya untuk pertama kali meminta maaf atas penganiayaan tahanan Irak oleh tentara AS.Namun Bush menolak desakan mundur bagi Menteri Pertahanan Donald Rumsfeld sehubungan dengan skandal penyiksaan di penjara Irak tersebut. "Dia akan tetap di Kabinet saya," tegas Bush menanggapi desakan para senator agar Rumsfeld mengundurkan diri."Untuk kebaikan negara kita, keselamatan pasukan kita, dan imej kita di seluruh dunia, Menteri Rumsfeld harus mundur," tukas Senator Tom Harkin yang didukung para senator lainnya. "Jika dia tidak segera mundur, presiden hendaknya memecat dia," imbuhnya, kemarin.Dalam pertemuan dengan Raja Yordania Abdullah II di Gedung Putih, Kamis (6/5/2004) waktu setempat, Presiden Bush yang tidak biasanya meminta maaf itu, menyampaikan kata maaf kepada Raja Abdullah. Demikian seperti dilansir kantor berita Associated Press, Jumat (7/5/2004)."Saya katakan padanya bahwa saya minta maaf atas penghinaan yang dialami tahanan Irak dan penghinaan yang diderita keluarga mereka," tukas Bush kepada wartawan usai pertemuan dengan Raja Abdullah."Saya pastikan ke dia bahwa warga Amerika seperti juga saya tidak menghargai apa yang kami lihat itu," ujar Bush seraya menambahkan bahwa skandal itu membuatnya muak.Sebelumnya dalam wawancara dengan jaringan TV Arab, Al-Hurra dan Al-Arabiya, Bush mengakui bahwa tentara AS telah melakukan kesalahan dalam skandal penyiksaan yang menimbulkan kemarahan dunia internasional, khususnya dunia Arab. Namun dalam wawancara tersebut, Bush sama sekali tidak meminta maaf atas kesalahan para prajurit AS. (ita/)


Berita Terkait