Agar Warga NU Tidak Bingung, Hasyim Harus Segera Nonaktif

Agar Warga NU Tidak Bingung, Hasyim Harus Segera Nonaktif

- detikNews
Jumat, 07 Mei 2004 09:57 WIB
Jakarta - Perlukah Hasyim Muzadi mundur sebagai Ketua PBNU pasca digaet Megawati? Masih pro dan kontra. PBNU bahkan akan memutuskannya pada 12 Mei nanti. Tapi menurut Ketua PP Muslimat NU Khofifah Indarparawansa, Hasyim tidak perlu mundur. Namun, sebaiknya Hasyim segera mundur setelah resmi menerima pinangan Megawati itu. Khofifah mengakui, dalam AD/ART tidak ada aturan bahwa pengurus yang menjadi capres dan cawapres mesti mundur atau pun non-aktif dari PBNU. "Yang ada aturannya, apabila PBNU menjadi caleg, itu harus non-aktif, termasuk ketika menjadi jurkam," ungkap Khofifah. Mantan menteri era Gus Dur ini mengakui, memang hanya soal caleg dan pengurus parpol yang diatur. Sedang mengenai calon presiden atau calon wapres tidak ada aturannya. "Rasanya, Pak Hasyim tidak harus mundur. Tapi dalam setiap kesempatan, Rois Aam PBNU Sahal Mahfudz selalu menegaskan, NU bukan organisasi politik," kata perempuan yang kini juga menjadi Ketua Tim Pemenangan Pemilu PKB ini. Lantas kapan sebaiknya Hasyim mundur? "Jadi sejak Pak Hasyim mendeclare, sejak itu harus non-aktif agar tidak membingungkan warga dan independensi pemilih tetap terjaga," urainya."Memang belum ada aturan tertulis jadi capres/cawapres, tapi itu menjadi artifisial jika caleg harus nonaktif, maka Pak Hasyim dianalogikan seperti itu, dia harus non-aktif. Ini penting untuk menjaga independensi NU, sehingga tidak ada eksploitasi," demikian Khofifah.Untuk diketahui, Hasyim Muzadi mengisyaratkan tidak akan mundur dari Ketua Umum PBNU dan hanya nonaktif pada saat kampanye nanti. Setelah masa kampanye usai, Hasyim akan kembali aktif menjadi ketua umum PBNU. (nrl/)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads