Mubarak telah berkunjung ke pusat operasi militer Angkatan Darat Mesir di hari keenam aksi demo rakyat Mesir menentang kepemimpinannya. Menurut media lokal, seperti dilansir media Press TV, Senin (31/1/2011), Mubarak telah bertemu dengan sejumlah pemimpin militer dan pasukan di markas mereka.
Perintah tembak di tempat ini dikeluarkan Mubarak di tengah meningkatnya aksi demo antipemerintah di berbagai wilayah Mesir. Media-media lokal menyebutkan bahwa instruksi tembak mati itu dirilis setelah Mubarak bertemu dengan para panglima militernya di markas komando mereka. Pengerahan militer dimulai sejak Jumat, 28 Januari lalu mengingat aparat polisi sudah tidak mampu lagi mengendalikan situasi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Para demonstran menuntut pengunduran diri Mubarak yang telah berkuasa selama tiga dekade. Rakyat Mesir juga menginginkan adanya undang-undang yang bisa mencegah seorang presiden untuk berkuasa melebihi dua periode.
Sejauh ini militer Mesir masih bersikap mendua terkait krisis di negeri itu. Meski diminta menjaga keamanan di seantero wilayah setelah polisi kehilangan kendali, militer Mesir menolak untuk menerapkan jam malam. Mereka justru cenderung membiarkan demonstran ketimbang membubarkan.
Akibatnya, hukum seakan tak berlaku di jalan-jalan di berbagai kota di Mesir. Penjarahan toko-toko pun marak. Warga pun bekerja sama untuk menghentikan aksi penjarahan tersebut.
Hingga kini Mubarak bersikeras untuk menolak mundur. Padahal para aktivis Mesir telah mengancam akan terus menggelar aksi demo sebelum Mubarak mundur.
(ita/nrl)











































