Wartawan, Seniman dan Aktivis Dilirik Tim Sukses Capres
Jumat, 07 Mei 2004 04:51 WIB
Palembang - Setelah pemilu legislatif, perhatian masyarakat tertuju kepada pemilu presiden dan wakil presiden. Sejumlah wartawan, seniman, aktivis kampus dan LSM di Palembang mulai dilirik tim sukses capres. "Aku diajak bergabung dengan tim sukses SBY tapi bukan di posisi yang penting. Aku hanya bantu-bantu," ujar seorang wartawan harian nasional kepada detikcom beberapa waktu lalu. Menurut kawan wartawan ini, tugasnya di tim sukses belum jelas betul. Namun, masih berkaitan dengan soal publikasi. "Ya, mungkin bantu-bantu publikasi soal SBY," katanya. Seorang aktivis mahasiswa dari Universitas Muhammadiyah Palembang (UMP) juga mengaku telah didekati tim sukses capres. Dia menduga pihak yang mendekatinya dari tim sukses SBY dan Wiranto. "Kami telah beberapa kali diajak makan malam oleh mereka. Mereka bicara soal suksesi presiden. Tapi belum jelas soal tawaran di dalam tim itu. Mereka hanya bilang bahwa militer saat ini tidak seperti dulu lagi, sudah reformis," katanya.Pengakuan senada diungkapkan seorang aktivis LSM pendampingan anak jalanan. Dia mengaku didekati tim sukses dari Partai Golkar. "Kawan-kawan dari Golkar yang mendekati saya. Mereka menawarkan kerja sama untuk berkampanye di masyarakat. Beberapa kawan dari PAN juga telah mendekati kami," katanya. Sementara, para seniman yang didekati umumnya ditawari melakukan sejumlah kegiatan yang akan disponsori. "Kami nih independen. Tapi kami terima siapa saja yang menawarkan bantuan, termasuk dari tim sukses presiden," kata salah seorang seniman. Berapa imbalan yang akan diberikan kepada mereka? Meskipun mereka mengaku "ada uangnya", tidak satupun yang menyebutkan berapa jumlah yang ditawarkan para tim sukses presiden itu.
(rif/)











































