Waspadai Serangan Flu Singapura

Waspadai Serangan Flu Singapura

- detikNews
Kamis, 06 Mei 2004 20:45 WIB
Bandung - Gejalanya mirip flu dengan disertai demam. Selain itu, muncul bercak-bercak merah di mulut dan lidah seperti cacar air. Itulah gejala Hand, Foot, Mouth Disease (HFMD) atau yang akrab disebut flu Singapura. Kepala Sub Bagian Infeksi dan Penykit Tropis Bagian Anak Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung Prof Azhali mengungkapkan ketika pertama kali menemukan gejala seperti itu, dirinya belum mengetahui apa jenis penyakitnya. Pasalnya. selama sebagai dokter spesialis anak sejak 1972, Azhali mengaku belum pernah menangani kasus seperti itu. Lewat penelusuran literatur, Azhali menemukan persamaan gejala seperti sama dengan gejala penyakit HFMD muncul pertama kali di Singapura, tahun 2000 lalu. Dari hasil penelusurannya, Azhali menyimpulkan penyakit itu disebabkan virus Coxsacki A16 dan Entero 71. Kedua virus itu tergolong keluarga entero virus, yakni virus yang biasa ditemukan pada usus manusia. Penyebaran HFMD hanya terjadi di kalangan manusia saja dan tanpa membutuhkan perantara. "Setelah bekembang biak, barulah kemudian virus itu menyerang targetnya dalam kasus ini adalah mulut, tangan dan kaki," papar Azhali.Dikatakan Azhali mengaku telah menerima pasien anak-anak dengan gejala penyakit itu sejak April 2004. Hampir setiap hari dirinya mendapati pasien dengan gejala seperti itu. Sebagian besar penderitanya adalah murid Taman Kanak-Kanak dan Sekolah Dasar. Menurut pengakuan orang tua, mereka tertular dari kawan sekelasnya. "Hampir setiap hari ada orang tua yang mengantarkan anaknya karena ada bercak bercak merah seperti demam berdarah tapi ada gelembung airnya setelah sebelumnya mengalami panas tinggi. Mereka khawatir anaknya terkena demam berdarah atau cacar. Setelah diperiksa, ternyata mereka terkena penyakit yang lebih dikenal sebagai flu Singapura itu," kata Azahali.Penyakit HFMD mempunyai masa inkubasi sekitar 4-6 hari. Gejala awalnya panas tinggi disusul timbulnya bercak-bercak merah di mulut, lidah, tangan dan kaki dua hari kemudian. "Kalau tidak segera diantispasi bercak isi air itu akan membesar menjadi gelembung berukuran 4 sampai 8 mm yang bisa pecah dan kemudian menularkannya kepada orang lain kalau sudah terkena makanan yang ada cairan tersebut," jelas Azhali. Virus penyakit itu tergolong alot, tersebar lewat feses dan percikan ludah. Jika feses yang berisi virus dibuang ke saluran air, virusnya bisa bertahan sampai 5-6 bulan. Azhali menambahkan HFMD belum ada obatnya. Dia hanya memberikan obat-obatan symptomatic untuk meredakan gejala sakit penderita seperti obat penurun panas atau demam serta obat penahan rasa sakit. Penyakit ini, kata Azhali, pada dasarnya bisa sembuh dengan sendirinya dalam satu minggu apabila pasien memperhatikan kebersihan, cukup istirahat, dan makanan bernutrisi tinggi syarat yang dibutuhkan untuk membangun antibodi dalam tubuh. Namun jika penanganannya terlambat, virus dapat menyerang otak masuk ke dalam darah dan menyerang jantung juga paru-paru. Di tempat terpisah, Kadinkes Kota Bandung Gunadi S Binekas mengaku belum menerima laporan berjangkitnya virus itu. HFMD bukan termasuk daftar penyakit menular dan tidak harus segera dilaporkan. Namun, jika ada laporan resmi, Gunadi berjanji akan melakukan penyidikan di lapangan untuk mengetahui tingkat penularannya di kalangan anak-anak TK dan SD sehinga bisa diantisipasi. (rif/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads