Bendera Baru Irak Dibuat di Belanda
Jumat, 07 Mei 2004 02:13 WIB
Den Haag - Setelah bendera baru Irak yang mirip bendera Israel ditolak rakyat, kini dirancang lagi bendera dengan basis warna biru tua-kuning-putih, di tengahnya bulan sabit warna biru muda. Bendera ini dibuat di Belanda.Perusahaan yang mendapat proyek pengerjaan bendera terbaru Irak tersebut adalah Faber Vlaggen Amsterdam (FVA). Untuk penyerahan pertama, perusahaan ini mengirim sebanyak 2.500 lembar bendera pada Rabu (5/5/2004) kemarin.Manajer Ekspor FVA, F. de Vries, kepada kantor berita Belanda ANP menyebutkan bendera-bendera tersebut mula-mula dikirim dulu ke Kuwait untuk dijahit menjadi bendera siap pakai. Sedangkan order yang didapat perusahaannya tersebut berasal dari Bhasin, sebuah perusahaan di Kuwait yang juga memasok topi pet dan seragam kepada pasukan pendudukan. "Nantinya Bhasin yang menyerahkan bendera-bendera tersebut kepada pasukan Inggris, yang selanjutnya akan menyebarkan ke seluruh Irak," demikian De Vries.Perusahaan FVA sendiri merupakan produsen bendera yang sudah memiliki relasi luas di negara-negara Timur Tengah (Timteng). Banyak negara-negara Timteng yang selama ini mempercayakan produksi bendera nasionalnya kepada perusahaan yang berbasis di ibukota Negeri Kincir Angin tersebut. Meskipun demikian De Vries mengaku surprised ketika menerima order menggarap bendera Irak paska Saddam itu. "Bagaimanapun ini adalah sebuah prestise," katanya.Sebelumnya bendera baru Irak dengan disain warna biru muda-putih ditolak dan dibakar oleh massa rakyat Irak, karena dinilai mirip bendera Israel. Bendera terbaru yang digarap di Belanda kali ini lebih menonjolkan garis berwarna biru tua-kuning-biru tua, di tengahnya warna putih dengan gambar bulan sabit warna biru muda.Jika bendera disain terbaru tersebut tidak mendapat penolakan, maka bendera nasional Irak berwarna merah-putih-hitam dengan tiga bintang hijau di tengahnya akan menjadi bagian dari sejarah. Atas perintah Saddam Hussein, bendera tersebut pernah mendapat tambahan teks Allahu Akbar di sela-sela gambar bintang, yakni dalam peristiwa Perang Teluk I tahun 1990-an.Langkah Saddam tersebut dimaksudkan untuk memperoleh dukungan dari kaum muslimin. Namun terbukti, taktik bendera rezim Saddam yang berbasis faham sosialis itu kurang berhasil.
(es/)











































