Sejauh ini negara-negara yang akan dan telah mulai mengevakuasi warganya adalah Amerika Serikat, Irak, Turki, India, Yunani, Kanada, Arab Saudi. Sebelumnya, Libanon, Yordania, Qatar, Kuwait dan Uni Emirat Arab juga telah menerbangkan pesawat-pesawat ke Mesir untuk mengevakuasi warga negara mereka.
Pemerintah Saudi, Libanon, Uni Emirat Arab dan Yordania mengorganisir 10 pesawat tambahan untuk mengangkut warga negara mereka dari Mesir. Demikian seperti diberitakan Press TV, Senin (31/1/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di Oman, sekitar 400 mahasiswa telah dipulangkan ke negeri itu Kairo. Para personel kedutaan besar (Kedubes) Israel kabarnya juga telah kabur dari Mesir. Menurut sumber-sumber, prajurit-prajurit Israel itu dievakuasi dengan beberapa helikopter ke sebuah pangkalan udara Mesir. Dari sana mereka kemudian diterbangkan ke Tel Aviv.
Aksi unjuk rasa yang tengah terjadi di berbagai wilayah Mesir ini merupakan yang terbesar sepanjang pemerintahan Mubarak yang telah berlangsung tiga dekade. Para demonstran menuntut Mubarak mundur.
Namun Mubarak telah menegaskan dirinya tidak akan mundur. Mubarak bahkan telah memerintahkan aparat untuk menembak para demonstran yang menimbulkan kerusuhan. Sejauh ini sudah sekitar 100 orang tewas selama aksi demo yang telah berlangsung beberapa hari tersebut.
(ita/nrl)











































