"Jalannya KPK saya melihat sudah limbung, KPK tebang pilih dan tidak lagi adil. Apalagi kehadiran dua orang KPK Bibit dan Chandra yang kasusnya mereka berdua mendapat deponeering dan kami tidak setuju. Kami mempertanyakan kedatangan mereka berdua," ujar anggota komisi III DPR Nudirman Munir di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (31/1/2011).
Anggota Komisi III Gayus Lumbuun juga meminta anggota komisi III lainnya untuk sama-sama memperdebatkan kehadiran Bibit dan Chandra di DPR. Karena menurut politisi PDIP itu, deponeering hanya mengesampingkan penyidikan namun tidak menghapus status tersangka.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun anggota fraksi Demokrat Edi Ramli Sitangganglangsung membela Bibit dan Chandra. "Kami perlu pimpinan catat bahwa tidak semua fraksi menolak deponeering Bibit dan Chandra," kata Edi.
Melihat kehadirannya diperdebatkan, Bibit dan Chandra hanya diam saja. Bibit dan Chandra hadir ke DPR bersama Ketua KPK Busyro Muqoddas, dan Wakil Ketua KPK M Jasin dan Haryono Umar. Mereka datang secara terpisah ke ruang Komisi III DPR.
Raker ini diprediksi akan berlangsung panas menyusul penahanan 19 politisi dari PPP, PDIP dan Golkar, sebagai tersangka suap atas terpilihnya Miranda S Goeltom sebagai Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia (DGS BI) pada tahun 2004.
Tujuh dari 19 tersangka ditahan di Rutan Salemba, 9 tersangka di Rutan Cipinang, dua tersangka di Rutan Pondok Bambu, dan satu tersangka di Rutan Polda Metro Jaya.
(nik/nrl)











































