"Kalau orang reaktif seperti itu kan kelihatan ada apa. Bisa pakai teori kepentinganlah untuk melihat itu," kata Refly di Gedung KPK, Jalan HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (27/1/2011).
"Kepentingannya apa sih kalau saya berbohong? Tapi kalau dia kan jelas kalau kepentingannya dia sebagai Bupati saat ini," lanjut dia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Keterangan dia berubah-ubah mulai dari membantah pertemuan. Sampai akhirnya yang sekarang ini," ujarnya.
Saragih menyebut pernyataan Refly bohong saat diperiksa di KPK maupun di depan majelis kehormatan di MK.
"Kita sudah diperiksa semua. Yang dikatakan itu bohong semua. Ya dia mengatakan 'saya ini kan menuliskan tulisan saya, ini kan rahasia, tapi MK yang buka.' Itu saja selalu jawaban dia," papar Saragih saat dimintai keterangan di Gedung MK, Selasa (25/1/2011) malam.
Saragih juga kembali menegaskan, pernyataan Refly tentang dirinya yang akan menyetorkan duit sebesar Rp 1 miliar kepada hakim Akil Mohctar, hanya isapan jempol belaka. Menurut Saragih penyataan Refly tersebut tidak logis.
"Tidak ada. Kalau memang ada Rp 1 miliar itu pasti ya sudah saya bayar, kenapa harus pakai cek," kata Saragih.
Saragih mengatakan tidak ada satu pun pernyataan Refly yang sesuai dengan kenyataan. "Berbeda semua," tandasnya.
(fjr/aan)











































