"Yang dihadapi di Mesir saat ini sama dengan yang kita hadapi pada era reformasi di tahun 1998. Tapi kejadian di Mesir ini konteksnya berbeda dan sulit terjadi lagi di Indonesia. Ini karena kemiskinan yang sudah merajalela," ujar Anis kepada detikcom, Senin (31/1/2011).
Anis menuturkan, kepercayaan masyarakat terhadap Presiden SBY, utamanya pada penegakan hukum memang sangat rendah. Namun demikian hal tersebut, menurut Anis, belum sampai memicu kemungkinan revolusi besar-besaran di Indonesia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kepercayaan terhadap pemerintah, menurut Anis, juga makin rendah karena kenaikan inflasi yang luar biasa tinggi. Kenaikan harga-harga sembako juga dinilai Anis memperburuk citra pemerintah di mata rakyat.
"Namun rasanya belum ada kemarahan publik untuk ke arah sana," tandasnya.
Sebelumnya diberitakan Gubernur Yogyakarta yang juga aktivis Nasional Demokrat, Sri Sultan Hamengku Buwono X menuturkan adanya kemungkinan pergerakan revolusi di Mesir terjadi di Indonesia. Menurut Sultan, tuntutan rakyat untuk revolusi bisa terjadi jika pemimpin bangsa tidak menjawab keresahan rakyatnya.
Seperti diketahui, Mesir kini tengah bergolak. Ribuan warga turun kejalan menuntut bubarnya pemerintahan otoriter Hosni Mubarak. Mubarak, yang telah memimpin Mesir selama 30 tahun dinilai gagal mengatasi kondisi ekonomi Mesir. Ini diperparah dengan maraknya praktek korupsi di negara piramida itu.
(van/adi)











































