Seperti dukutip detikcom dari BBC Indonesia, Minggu (30/1/2011), para pengunjuk rasa mengambil alih Ibukota Mesir tersebut pada hari keenam demonstrasi antikekuasaan Presiden Mubarak.
Polisi yang sejak hari pertama terlibat bentrokan berdarah dengan para pengunjuk rasa hampir tidak kelihatan di jalan-jalan. Begitu juga dengan personel militer yang sudah tidak melakukan tindakan apapun.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di Kairo, banyak pengunjuk rasa yang sudah mengabaikan larangan keluar pada malam hari dengan berkumpul di Lapangan Merdeka (Maidan at-Tahrir), yang menjadi pusat demontrasi di kota itu.
Teriakan "Mubarak, Mubarak, pesawat menunggu," terdengar Minggu (30/1) pagi tadi. Teriakan ini menggambarkan harapan para demonstran agar Presiden Mubarak meletakkan jabatannya dan pergi dari Mesir.
Sementara itu pemerintah Mesir mengumumkan bahwa stasiun TV Al-Jazeera harus menghentikan operasinya di Mesir. Saluran televisi berbahasa Arab yang menayangkan liputan menyeluruh atas aksi-aksi protes di Mesir itu, mengatakan pihaknya masih belum menerimaย erintah resmi dari pihak yang berwenang.
(van/adi)











































