Seorang agen wisata Diane Kelley dari Chicago , seperti dikutip detikcom dari CNN, Sabtu (30/1/2011), terdampar di dekat Bandara Kairo bersama suaminya, Gaynor. Mereka bersama 14 wisatawan lainnya menunggu keberangkatan penerbangan.
"Dua jadwal penerbangan dibatalkan dan kami saat ini hanya menunggu untuk melihat apakah kita bisa keluar dari Kairo ke tempat lain di dunia, tetapi sangat kacau di sini," keluh Kelley.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Suara tembakan terdengar di jalan-jalan. Saya tidak berpikir orang benar-benar merasa 100 persen aman, tapi saya pikir bahwa kita jauh lebih aman daripada orang-orang yang berada di pusat kota Kairo sekarang," katanya.
Kelley dan wisatawan dengan biro perjalanan Abercrombie & Kent tinggal di dekat Heliopolis Fairmont Hotel tak jauh dari Bandara Kairo. Juru bicara Abercrombie, Pamela Lassers sedang mengusahakan agar wisatawan yang dibawanya dapat terbang dengan penerbangan pertama dari Kairo.
Ke selatan Kairo tepatnya di Luxor, kota kuno di tepi sungai Nil, kelompok turis lain dari Amerika yang terdiri dari nenek-nenek sedang menunggu kesempatan meninggalkan Mesir.
Tur yang dipimpin oleh Regina Fraser ini sebenarnya dijadwalkan untuk mengunjungi musium di Kairo. Namun rencana itu batal karena ada aksi demonstrasi besar-besaran di Kairo.
Sopir bus kelompok tur ini bahkan mengalami kesulitan menemukan rute perjakanan ke hotel di Kairo tempat mereka tinggal. Mereka bahkan tertahan di pintu gerbang hotel karena aksi demonstrasi.
"Kami melihat ke atas dan hanya ada ratusan orang yang sedang protes. Dimana-mana ada gas air mata, kami benar-benar prihatin," katanya.
Setiba di hotel, gerbang hotel ditutup dan semua pengunjung dilarang keluar. Namun para wisatawan bisa melihat ribuan orang berkumpul di jalan-jalan.
"Pada pagi hari, ketika bus lain datang untuk menjemput mereka untuk penerbangan ke Luxor, di mana mereka naik ke kapal pesiar mereka, situasi telah berubah menakutkan," terang Fraser.
Kelompok wisatawan tersebut akhirnya berhasil naik kapal mereka hari ini.
"Saya merasa lebih aman di kapal ini pada saat ini daripada pagi ini saya masih di Kairo," kata Fraser.
Departemen Luar Negeri AS telah mengeluarkan peringatan perjalanan wisatawan untuk menghindari Mesir karena kondisi berbahaya. Mereka sudah terlanjur berada di Kairo diminta bertahan menunggu situasi kondusif.
(van/van)











































