Akibatnya, selama musim hujan berlangsung hanya akan dilakukan penanganan yang bersifat darurat saja seperti pengerukan material vulkanik lahar dingin yang telah mengisi 15 sungai yang berhulu di Gunung Merapi.
Pernyataan itu disampaikan oleh Menteri Pekerjaan Umum (PU) Djoko Kirmanto, saat ditemui di sela-sela kunjungannya ke Kali Putih, Dusun Gempol, Desa Jumoyo, Kecamatan Salam, Kabupaten Magelang, Sabtu (29/1/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Djoko menyatakan untuk jembatan Pabelan di jalan raya Magelang-Yogjakarta misalnya, upaya penanganan yang dilakukan hanya membersihkan material vulkanik yang ada di sekitar jembatan.
"Saat ini, akibat beberapa kali diterjang banjir lahar dingin, kaki jembatan Pabelan bahkan sudah terkikis material batu dan pasir," papar Djoko.
Djoko menjelaskan pihaknya sudah merancang proyek rehabilitasi dan rekonstruksi infrastruktur yang terdampak lahar dingin dengan alokasi dana Rp 800 miliar hingga Rp 1 triliun.
Setelah direalisasikan, maka diharapkan proyek ini akan dapat berguna mengantisipasi dampak banjir lahar dingin yang diprediksi masih akan terjadi di musim penghujan selama dua tahun mendatang.
"Erupsi Gunung Merapi yang terjadi di tahun 2010 ini, sama dasyatnya dengan erupsi tahun 1840," tutur Djoko.
Djoko memaparkan banyaknya volume material yang dimuntahkan, Kementerian PU belum mengetahui berapa yang sudah mengalir turun ke sungai-sungai, dan berapa yang masih bertahan di sekitar puncak Merapi.
(van/van)










































