Demonstran Anti Mubarak Bentrok Dengan Polisi

Demonstrasi Mesir

Demonstran Anti Mubarak Bentrok Dengan Polisi

- detikNews
Jumat, 28 Jan 2011 20:43 WIB
Jakarta - Demonstran yang menuntut Presiden Mesir Hosni Mubarak untuk turun dari jabatannya dihalang-halangi aparat Kepolisian. Polisi membubarkan massa dengan menembakkan gas air mata serta peluru karet.

Seperti dikutip detikcom dari The New York Times, insiden ini terjadi setelah massa bergerak menuju pusat kota usai Salat Jumat, Jumat (28/1/11).

Saksi mata, seperti dilansir The New York Times, menyatakan setidaknya 10.000 orang berunjuk rasa di jalanan Kairo. Mereka bergerak dari kawasan Kairo Mohandessen menuju ke pusat kota di Tahrir Square yang juga merupakan pusat dari unjuk rasa ini. Namun sebelum mencapai tujuan, polisi menghalanginya. Mereka menembakkan gas air mata ke arah demonstran.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Di tempat lain di sekitar masjid Al Azhar, massa juga membanjiri jalanan usai Salat Jumat. Massa meneriakkan "Turunkan Rezim!, Turunkan Rezim!". Polisi juga menembakkan gas air mata pada kerumunan massa ini. Massa pun membalas dengan lemparan batu. Massa yang berlinang air mata karena tembakan gas air mata tadi mendapat bala bantuan dari warga sekitar yang berada diatas balkon gedung. Mereka melemparkan air dan jeruk untuk mengurangi dampak dari tembakan gas air mata tersebut.Β 

Demonstrasi ini tidak hanya melibatkan rakyat biasa. Mohammed El Baradei, mantan Kepala Badan Energi Atom Internasional (IAEA) juga bergabung dalam unjuk rasa ini. Ia pun turut terkena tembakan water canon dari polisi. Ia sebelumnya memang telah berjanji untuk bergabung dengan demonstran. .

Demonstran menuntut Presiden Mesir Hosni Mubarak untuk mundur dari jabatannya. Mubarak yang telah memimpin Mesir selama 30 tahun dan dinilai koruptif oleh pengunjuk rasa.

(adi/van)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads