Seperti dikutip detikcom dari The New York Times, insiden ini terjadi setelah massa bergerak menuju pusat kota usai Salat Jumat, Jumat (28/1/11).
Saksi mata, seperti dilansir The New York Times, menyatakan setidaknya 10.000 orang berunjuk rasa di jalanan Kairo. Mereka bergerak dari kawasan Kairo Mohandessen menuju ke pusat kota di Tahrir Square yang juga merupakan pusat dari unjuk rasa ini. Namun sebelum mencapai tujuan, polisi menghalanginya. Mereka menembakkan gas air mata ke arah demonstran.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Demonstrasi ini tidak hanya melibatkan rakyat biasa. Mohammed El Baradei, mantan Kepala Badan Energi Atom Internasional (IAEA) juga bergabung dalam unjuk rasa ini. Ia pun turut terkena tembakan water canon dari polisi. Ia sebelumnya memang telah berjanji untuk bergabung dengan demonstran. .
Demonstran menuntut Presiden Mesir Hosni Mubarak untuk mundur dari jabatannya. Mubarak yang telah memimpin Mesir selama 30 tahun dan dinilai koruptif oleh pengunjuk rasa.
(adi/van)











































