"Harus diselidiki motifnya apa dan ide siapa ini. Karena belum tentu itu instruksi dari presiden. Sering kali selalu begitu, belum tentu Pak SBY yang mengintruksikan," ujar Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon kepada detikcom, Kamis (27/1/2011).
Fadli mengatakan, penggunaan dana APBN untuk pembuatan buku serial SBY dianggap kurang patut. Bahkan, di zaman Orde Baru, Soeharto tidak melakukan hal itu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Fadli, pembagian buku SBY bisa dikategorikan sebagai penyalahgunaan wewenang. "Itu bisa diindikasikan sebagai bentuk penyelewengan apakah itu bagian dari pelajaran dari siswa? Atau kerjaan oknum yang menjilat pada presiden," tukasnya.
Sebelumnya, sepuluh seri buku tentang sosok, kiprah dan pemikiran SBY ditemukan beredar di sejumlah SMP di Kabupaten Tegal, Jateng. Buku-buku tersebut adalah Jendela Hati, Jalan Panjang Menuju Istana, Adil Tanpa Pandang Bulu, Indahnya Negeri Tanpa Kekerasan, Menata Kembali Kehidupan Bangsa, Peduli Kemiskinan, Memberdayakan Ekonomi Rakyat Kecil, Diplomasi Damai, Berbakti untuk Bumi, dan Merangkai Kata Menguntai Nada. Buku-buku itu diterbitkan oleh PT Remaja Rosdakarya, Bandung, Jawa Barat.
(ape/ape)










































