"Bersama kita ini, saudara-saudara kita yang mengalami musibah akibat pergolakan politik di Tunisia. WNI di Tunisia ada 74 orang. 32 diantaranya TKI informal yang kepergianya tidak melalui prosedur," ujar wakil Menlu Triono Wibowo dalam jumpa pers di kantornya, Jl Pejambon, Jakarta Pusat, Kamis (27/1/2011).
Triono menjelaskan merupakan kewajiban pemerintah untuk memulangkan para TKI ini. Seluruh biaya ditanggung pemerintah RI.
"Umumnya mereka tenaga kerja yang bekerja di istana. Mereka kehilangan pekerjaan dan majikan, maka kita putuskan untuk kita kembalkan ke tanah air dengan biaya sepenuhnya dari pemerintah," terang dia.
Para TKI itu kebanyakan wanita. Mereka tampak modis dengan rok mini dan sepatu boot. 25 TKI berasal dari Indramayu, 2 dari Tasik sedangkan sisanya dari Semarang, Sukabumi dan Karawang.
Warkini, yang bekerja pada adik presiden Tunisia, menjelaskan situasi di Tunisia sangat menegangkan. Majikannya melarikan diri ke luar negeri sehingga dia terlunta-lunta di sana.
"Suasana sangat seram di sana," terang wanita asal Indramayu.
Hal sama juga disampaikan Aisyah. Untungnya dia masih diantarkan majikannya ke airport. "Saya takut di sana. Untung majikan saya masih mau mengantar ke bandara," tambahnya.
(rdf/ape)











































