"Saya menemukan buku tersebut pada kunjungan kerja reses bulan ini. Buku terdiri dari 10 seri lebih dekat dengan Presiden SBY. Katanya bantuan pusat menggunakan dana alokasi khusus pendidikan," ujar anggota Komisi X DPR dari FPKS, Rohmani, kepada wartawan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (27/1/2011).
Rohmani menilai keberadaan buku ini sangat mengecewakan DPR. Sebab seolah Presiden SBY sedang menebar aroma kampanye kepada calon pemilih pemula yakni pelajar SMP.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Banyak kejanggalan dalam keberadaan buku tersebut. Jika tanpa muatan politis, kenapa hanya Presiden SBY yang dikisahkan dalam buku tersebut. "Buku tersebut bagus namun kenapa hanya Presiden SBY saja yang ditulis bukan presiden lainnya? Buku ini tidak sesuai dengan peruntukannya dan akan sangat
berpotensi menjadi polemik di masyarakat," protesnya.
Ia berharap Mendiknas memahami kepentingan pendidikan di atas kepentingan apapun. Termasuk angan-angan politis dibalik pembagian buku tersebut. "Kemendiknas harus bisa melihat kepentingan pendidikan nasional harus diutamakan. Jangan menyusupkan kepentingan politik dalam dunia pendidikan kita," tandasnya.
(van/ape)











































