Tidak Ada Manipulasi Lift Monas, Tapi Human Error
Kamis, 06 Mei 2004 14:03 WIB
Jakarta - Badan Pengawas Daerah (Bawasda) DKI Jakarta menyatakan tidak ada penyimpangan spesifikasi alias manipulasi lift Monas, tapi human error dan mismanagement."Tidak ada manipulasi di sana. Lift itu benar-benar berasal Hitachi Quang Zhou yang mendapat lisensi dari Jepang. Harganya sesuai dengan yang sudah ditentukan."Demikian kata Kepala Bawasda DKI Jakarta Firman Hutajulu kepada wartawan di Balai Kota jalan Medan Merdeka Selatan Jakarta Pusat, Kamis (6/5/2004). Hal ini terkait macetnya lift Monas pada Minggu 2 Mei 2004.Namun diakui dia, ada ketidakberesan dalam manajemen pengelola Monas. "Itu semata-mata mutlak karena mismanagement, yang harus bertanggung jawab adalah Kepala UPT (unit pelaksana teknis) Monas (Surya Dharma Basri)," ujarnya.Dijelaskan Firman, saat insiden terjadi, ketika itu tidak ada petugas yang berjaga di puncak Monas. "Waktu itu kan tepat hari libur, banyak orang mengantri. Kapasitas lift hanya mampu mengangkut 11 orang. Seharusnya petugas membatasi orang yang akan naik atau turun dari lift. Mereka tidak kekurangan pegawai kok," tukasnya.Saat itu, lanjut dia, ada 14 petugas keamanan yang seharusnya bisa diperbantukan untuk mengatur orang-orang. "Pengaturan kepemimpinan di situ tidak berjalan. Ini kesalahan orang (human error), bukan barang," ujarnya.Bawasda DKI sendiri hingga kini, kata Firman, masih melakukan pemeriksaan terhadap pihak-pihak yang terkait dengan pengadaan lift Monas, seperti pimpinan produksi dan para kepala seksi, termasuk kepala UPT Monas Surya Dharma Basri.
(sss/)











































