Peringati Ultah Banjir Lahar Dingin, Warga Larung Sesaji ke Kali Putih

Peringati Ultah Banjir Lahar Dingin, Warga Larung Sesaji ke Kali Putih

- detikNews
Kamis, 27 Jan 2011 16:15 WIB
Peringati Ultah Banjir Lahar Dingin, Warga Larung Sesaji ke Kali Putih
Jakarta - Mungkin terdengar absurd, tetapi sebagian warga Magelang berkeyakinan hari ini adalah 'hari jadi' banjir lahar dingin Merapi. Tujuh orang di antara mereka melarungkan sesaji ke Kali Putih dengan harapan tidak terjadi bencana lahar dingin dan korban jiwa.

Prosesi melarung sesaji berlangsung di bibir Kali Putih di desa Srumbung, Magelang, Jawa Tengah. Tidak sedikit warga desa menonton upacara melarung sesaji yang berlangsung di tengah hujan gerimis itu, Kamis (27/1/2011).

"Sekarang ini kan hari Kamis malam Jumat legi. Pada malam Jumat legi tahun 1930 terjadi banjir lahar dingin besar yang menewaskan belasan orang," tutur Nurcholis, tokoh warga yang memimpin upacara.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Peserta inti upacara larung sesaji ini terdiri dari tujuh orang pria warga desa. Mereka menggotong tiga tampah (loyang terbuat dari ayaman bambu tipis -red) berisi nasi kuning tumpeng, ayam ingkung (ayam utuh dimasak bumbu gulai -red), bunga tujuh rupa serta bubur warna merah dan putih.

"Pertama-tama ini kami persembahkan kepada Tuhan YME, Nyai Roro Kidul sebagai penguasa laut selatan dan Mbah Petruk sebagai penguasa Merapi. Harapannya agar warga selamat, musibah banjir ini segera selesai dan beban kerja pemerintah diringankan," ujar Nurcholis sembari melemparkan potongan ayam ingkung ke badan Kali Putih yang airnya sedang bergolak.

Sebelum upacara berlangsung, hujan lebat jatuh di kawasan puncak Merapi dan Desa Srumbung yang berjarak 10 kilometer dari sana. Aneh tapi nyata, hujan yang sempat mereda selama upacara larung sesaji berlangsung seketika kembali deras ketika seluruh sesaji selesai dilarung.

Semoga saja hujan deras itu tidak mendatangkan bencana banjir lahar dingin susulan.

(lh/nrl)


Berita Terkait