"Ini dibentuk sebagai koordinasi penegakan hukum. Kemudian dikasih ke Satgas. Jadi tidak ada yang salah dari sudut tata negara. Di tingkat ini kemudian diserang oleh wilayah yang tidak pas," kata pengamat hukum administrasi negara, Zainal Arifin Muchtar.
Hal itu disampaikannya dalam deklarasi gerakan rakyat anti mafia hukum di Galeri Cafe TIM, Jl Cikini Raya, Jakarta Pusat, Kamis (27/1/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Cukup sudah kita bermain soal politik. Musuh kita adalah mafia hukum," pintanya.
Menurut Taufik, keberadaan Satgas ibarat museum hidup dari kegagalan-kegalaan Polri dan Kejaksaan. "Jika ada perlawanan balik, ini bagian pelemahan gerakan melawan mafia hukum," ujarnya.
(gus/nrl)










































