Cawapres PDIP Hasyim: Ini Proses 6 Bulan Lalu

Cawapres PDIP Hasyim: Ini Proses 6 Bulan Lalu

- detikNews
Kamis, 06 Mei 2004 12:33 WIB
Jakarta - Hasyim Muzadi menerima lamaran menjadi cawapres mendampingi capres PDIP Mega. Menurutnya, ini proses 6 bulan lalu. Untuk itu, pendukung Mega pun akan merapat ke ulama."Penerimaan saya terhadap tawaran Ibu Mega untuk menjadi cawapres bukanlah sesuatu hal yang mendadak. Sudah proses 6 bulan lalu ketika Ibu Mega datang ke pesantren saya Al Hikam Malang, melalui pemikiran luar dan dalam, serta melalui proses berikut lika-likunya."Hal itu disampaikan Hasyim saat menyampaikan kata sambutan dalam acara pengukuhan capres dan cawapres PDIP di Tugu Proklamasi Jakarta Pusat, Kamis (6/5/2004). Kalimat demi kalimat yang disampaikan Hasyim kerap disambut dengan tepuk tangan hadirin."Rapat gabungan PBNU 21 April 2004 yang dipimpin Rois Am KH Sahal Mahfud telah mengambil keputusan NU sebagai institusi, bukan lembaga yang berhak mengajukan capres dan cawapres ataupun menolak capres dan cawapres," ujarnya.Apabila ada kader NU karena interaksi sosialnya diajak parpol untuk jadi cawapres atau capres, lanjut Ketua Umum PBNU ini, statusnya merupakan hak pribadi dan hak asasi yang bersangkutan. "Dan hari ini saya terjamin menggunakan hak asasi saya sendiri," tukasnya."Sebagai agamawan, keputusan bergabung dengan Ibu Mega, maka ini sebagai langkah dikikisnya Islam santri dan abangan. Mulai hari ini kita tinggalkan dikotomi itu," ajak Hasyim."Karena warga PDIP di desa-desa sebagian besar beragama Islam, demikian juga NU di desa-desa. Untuk itu pendukung Ibu Mega akan merapat ke ulama-ulama yang akan mengkristalkan pluralisme keagamaan. NU tidak akan membuat negara agama," serunya.Sebagai Ketua Umum PBNU, sambung Hasyim, dirinya sedang membangun NU. Namun sekarang ini belum selesai, masih di tengah perjalanan. "Kalau secara pribadi jadi wapres, apa kerjaan wapres? Ada nggak kerjaan selain seremonial menggunting pita? Apa saya masih bermanfaat? Sejauhmana bisa memberantas korupsi?," tanya Hasyim mengundang tawa hadirin.Jadi pertanyaan-pertanyaan itu, lanjut dia, dijawab Mega secara bertahap, dan setelah jelas baru bicarakan dengan sesepuh NU. "Kemudian saya berangkat ke Mekah. Setelah sampai di tanah air, saya iya untuk bersama Ibu Mega. Karena capres dan cawapres dipilih secara langsung, saya akan mencari tahu respon masyarakat NU. Saya sudah lakukan ukuwah kepada seluruh warga NU," tutur Hasyim.Hasyim juga mengatakan secara tulus dan terbuka menyampaikan penghormatan yang tulus kepada Partai Golkar cq Akbar Tandjung dan Jenderal Purn Wiranto atas tawarannya kepada dirinya untuk menjadi cawapres."Saya sampaikan permohonan maaf yang sedalam-dalamnya karena tidak bisa memenuhi keinginan tersebut. Saya tidak bisa terima dua tawaran sekaligus. Kalau dua-duanya diterima, apa kata warga NU. Golkar baik, Wiranto juga baik. Bahkan kami sering silaturahmi di saat-saat yang sulit. Semoga Akbar dan Wiranto bisa memaafkan saya," demikian Hasyim. (sss/)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads