Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Kombes Royke Lumowa mengatakan, dengan kondisi tersebut, angkutan umum terancam ditinggalkan masyarakat.
"Memang sejak 5 tahun terakhir ini, masyarakat sudah eksodus ke kendaraan pribadi seperti motor dan angkot. Kalau seperti itu, lama-lama, angkutan umum ditinggalkan," kata Royke saat dihubungi wartawan, Kamis (27/1/2010).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Di tahun 2010 ini, pengguna angkutan umum hanya 12,9 persen saja," kata dia.
Jika dibandingkan dengan tahun 2002, pengguna angkutan umum mencapai 38,3 persen. "Itu artinya, sejak tahun 2002 hingga 2010, pengguna angkutan umum turun sebanyak 25,4 persen," kata dia.
Maka seiring dengan terjadinya penurunan pengguna angkutan umum, terjadi pula peningkatan dalam penggunaan moda lain yakni motor. Pada 2002, pengguna motor mencapai 21,7 persen.
"Sedangkan pada 2010 mencapai 48,7 persen. Jadi banyak yang beralih ke motor," katanya.
Pun halnya dengan pengguna mobil pribadi. Jika pada tahun 2002, pengguna mobil pribadi mencapai 11,6 persen, maka pada 2010 ini mencapai 13,5 persen.
"Kalau mobil, kenaikannya tidak begitu signifikan," katanya.
Royke mengungkapkan, banyak faktor yang menyebabkan peralihan angkutan pada masyarakat ini. Salah satunya yakni kemacetan.
"Masyarakat kenapa pilih motor, karena lebih cepat, tidak kena macet dan murah," ujarnya.
Selain itu, kelaikan angkutan umum juga menjadi penyebab ditinggalkannya angkutan umum oleh masyarakat. Kelambatan angkutan umum dan banyaknya kejahatan dalam angkutan umum, semakin membuat angkutan umum tidak diminati.
ββ"Dulu masyarakat berebut naik PPD, sampai bergelantungan segala. Sampai ada lagunya Franky and JaneΒ "bis kota sudah miring ke kiri oleh sesaknya penumpang, aku terjepit di sela-sela. Sekarang bagaimana ???" Kata dia.
Di jaman sekarang, tambah dia, angkutan umum di terminal lebih banyak nongkrong daripada beroperasi. "Untuk itu, harus ada perbaikan angkutan umum. Semogalah tahun ini ada perbaikan," tutupnya.
(mei/ndr)










































