"Di situ memang ada lubang di jalan. Tetapi tidak besar. Karena pengemudi ngantuk, mungkin juga menghindari lubang itu, minibus ini lalu oleng ke arah kanan, sehingga melewati median jalan," ujar Kapolres Cirebon AKBP Edi Mardiyanto saat ditemui wartawan di kantornya, Kamis (27/1/2011).
Setelah melewati median, pada saat yang bersamaan, datang truk gandeng yang mengangkut biji plastik dari arah berlawanan. Tabrakan pun tidak terhindarkan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Edi menjelaskan saat itu kecepatan minibus sedang tinggi diatas 100 km/jam. Sehingga akibatnya sangat fatal.
Saat ini, sudah ada beberapa orang yang dimintai keterangan terkait tabrakan, termasuk sopir truk gandeng Eko Prayitno yang merupakan warga Kediri Jawa Timur.
Seperti diberitakan, dini hari tadi, kecelakaan maut antara elf dan truk gandeng merenggut 9 nyawa di Jalur Pantura, tepatnya di Desa Arjawinangun Kecamatan Arjawinangun Kabupaten Cirebon.
(rdf/rdf)











































