Civitas UMI Mengadu ke DPR
Kamis, 06 Mei 2004 11:48 WIB
Jakarta - Pencopotan Kapolda Sulsel tak juga mampu menutup kasus kekerasan di Universitas Muslim Indonesia (UMI). Seperti tak terbendung kasus terus bergulir. Kamis (6/5/2004) ini, civitas UMI mendatangi Gedung DPR.Perwakilan UMI yang terdiri dari 32 orang itu akan menemui Ketua DPR Akbar Tandjung. Sejumlah korban kekerasan di UMI juga ikut serta dalam rombongan itu. Direncanakan, selain Akbar, akan ikut menemui perwakilan UMI, sejumlah anggota Komisi I dan II DPR. Hingga pukul 11.30 WIB, pertemuan yang dijadwalkan digelar di ruang pertemuan pimpinan DPR, Nusantara III, belum dimulai. Mahasiswa dan perwakilan UMI telah memenuhi ruangan. Tapi Akbar dan anggota DPR belum datang.Rombongan UMI yang dipimpin Dekan Fakultas Hukum UMI, Abdul Latif akan mengadukan kekerasan polisi terhadap mahasiswa yang menolak capres dari militer, 1 Mei 2004 lalu. Dalam rilisnya, UMI mendesak DPR agar meminta pertanggungjawaban Kapolri jenderal Da'i Bachtiar selaku pemimpin tertinggi secara institusional serta Kapolda Sulsel, Kapolwiltabes Makassar dan Kapolres Makassar Timur atas terjadinya kekerasan polisi di kampus UMI. UMI juga minta DPR agar melakukan pengusutan tuntas terhadap kekerasan tersebut.
(iy/)











































