Muhaimin Minta Komisi VI Evaluasi Undian Magnum

Muhaimin Minta Komisi VI Evaluasi Undian Magnum

- detikNews
Kamis, 06 Mei 2004 11:43 WIB
Jakarta - Wakil Ketua DPR Bidang Kesra Muhaimin Iskandar meminta Komis VI DPR untuk mengevaluasi pelaksanaan undian Magnum. Hal ini dilakukan untuk mencari apakah ada unsur judi atau tidak dalam undian Magnum tersebut. "Komisi VI harus telaah kembali di lapangan sebagai bentuk evaluasi dari pelaksanaan Magnum ini untuk melihat sejauh mana unsur judinya. Dan kalau ada maka Komisi VI bertanggungjawab untuk menghentikan undian Magnum," kata Muhaimin Iskandar kepada detikcom di Jakarta, Kamis (6/5/2004).Namun begitu, kata Muhaimin jika tidak ditemukan unsur judi, maka Komisi VI juga harus menyatakan apakah ada unsur perusakan mentalitas sosial atau tidak . "Kalau itu ada meski unsur judinya tidak ada. Tetap harus ada pelarangan dan yang paling penting transparansi pengelolaan undian itu," ungkapnya.Hal ini, kata Muhaimin, dikarenakan dana yang dikelola adalah dana masyarakat jadi harus transparan. "Harus ada transparansi, karena ini kan dana publik. Meski saya juga kaget kenapa Komisi VI meloloskan undian Magnum ini," ujar Muhaimin.Seperti diketahui, PT.Metropolitan Magnum Indonesia (MMI) bekerja sama dengan KONI mulai hari ini menjual tiket pertandingan berhadiah dengan cara mengundi. Selain dijual langsung di tempat pertandingan, sistem penjualan on line yang terhubung langsung dengan komputer MMI diberlakukan."Tata caranya setelah transaksi terjadi baru nomor tiket dan nomor undian bisa didapat," jelas Wakil Direktur MMI Andi A.Baso dalam jumpa persnya di sebuah kafe di bilangan Senayan, Rabu (5/5/2004).Untuk bisa mendapatkan kesempatan memenangkan hadiah para pembeli tiket mau tidak mau harus menonton ke tempat pertandingan berlangsung. Pasalnya, tiket yang dilengkapi bar code harus melalui scanning langsung dannomor undian pun baru bisa masuk komputer untuk diundi.Harga tiket MMI ini bervariasi, dari yang terendah seharga Rp 2,500 hingga Rp 100 ribu. Perbedaan harga tiket juga berpengaruh pada hadiah undian yang akan diberikan nanti. Untuk tiket Rp 2,500 hadiah utama pertama mendapat barang elektronik seharga Rp 7,5 juta dan hadiah keduanya juga berupa barang seharga Rp 1,5 juta. Hadiah uang tunai baru diberikan untuk hadiah utama ke IV Rp 250 ribu. Dan hadiah terkecil Rp 20 ribu untuk hadiah hiburan. Pajak hadiah 25 % tetap ditanggung para pemenang.Pertandingan pertama yang mengusung undian gratis berhadiah ini adalah kompetisi road race yang bakal digelar di sirkuit Sentul pada tanggal 9 Mei nanti. MMI sendiri berkerja sama dengan pihak pengelola Sentul. Setelah itu disusul kompetisi basket yang diikuti 10 klub divisi I DKI Jakarta pada tanggal 10-16 Mei mendatang.Penarikan undian periode pertama rencananya dilakukan pada pukul 19.00 WIB tanggal 18 Mei 2004 bertempat di gedung stadion softball Senayan. Untuk pengundian selanjutnya setiap Selasa di waktu dan tempat yang sama.Meski terbatas di faktor tingkat penyelenggaraan, MMI tetap optimis bisa merealisasikan kompetisi tingkat nasional dan internasional. Pasalnya, sosialisasi dengan pengurus-pengurus besar cabang olahraga dalam KONI masih berlansung."Kami akui masih terbatas tingkat jabotabek, secara bertahap akan meningkat. Sudah 1o cabang plus sikuit Sentul yang menyetujui program MMI. Tiga diantaranya sudah menandatangani MOU," ujar Andi."Dan untuk target penjualan tiket sendiri kami belum bisa prediksi karena cabang olahraganya masih sangat terbatas. Restu MUI sendiri adalah fatwa program ini masih bisa berjalan sepanjang tidak menabrak rambu-rambu yang diterapkan," tandas Andi. (mar/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads