Kerusuhan dipicu oleh seorang warga yang mencoba memanjat pagar pelabuhan. Polisi yang melihatnya langsung menurunkannya secara paksa. Tapi tindakan itu malah disambut aksi baku hantam antara pengunjuk rasa dengan polisi, Kamis (27/1/2011).
Seorang peserta aksi sempat diamankan aparat, namun akhirnya dilepas, atas desakan
massa. Sebelumnya massa melakukan orasi menuntut agar pemerintah menyerahkan divestasi tujuh persen saham yang dilepas pada 2010 kepada Pembab Sumbawa Barat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tapi setelah sekian lama berorasi, belum juga ada perwakilan menajemen PT NNT yang datang untuk menemui. Bosan menunggu, massa mulai bertindak anarkis dengan mencabut papan-papan peringatan keselamatan kerja yang berada di sekitar lokasi.
Aparat menahan massa aksi di akses jalan utama yang menghubungkan lokasi tambang ke dalam
dermaga pelabuhan tempat pengapalan konsentrat. Niat pengunjuk rasa menggelar aksi hingga ke pusat tambang tak kesampaian.
(lh/lh)










































