Penyiksaan Tahanan Irak, Tak Ada Permintaan Maaf dari Bush
Kamis, 06 Mei 2004 10:58 WIB
Jakarta -
Menyangkut skandal penganiayaan tahanan Irak, Presiden AS George W Bush mengakui bahwa tentara AS telah berbuat kesalahan. Namun tidak ada permintaan maaf dari pemimpin Amerika itu atas peristiwa yang mengundang kecaman dunia internasional.Dalam wawancara dengan jaringan televisi Arab, Al Hurra dan Al Arabiya, Rabu malam waktu setempat, Bush mengatakan bahwa Amerika terkejut dengan penyiksaan dan pelecehan seksual tentara AS terhadap tawanan perang Irak. Bush pun berjanji bahwa keadilan akan ditegakkan."Masyarakat di Timur Tengah pasti memahami bahwa ini mengerikan," tukas Bush yang tampil di TV Arab untuk berusaha meredakan kemarahan internasional, khususnya dunia Arab. Demikian seperti dilansir News.com.au, Kamis (6/5/2004).Adanya skandal penyiksaan ini membuat banyak bangsa Arab yakin bahwa AS tidak lebih baik daripada pemerintahan Saddam Hussein dulu. Namun Bush menegaskan bahwa AS berbeda dengan rezim Saddam. "Seorang diktator tidak akan menjawab pertanyaan-pertanyaan tentang ini," tegasnya.Meski Bush sama sekali tidak menyampaikan maaf atas masalah ini, Condoleezza Rice, penasihat keamanan nasional mengatakan bahwa "kami sangat menyesal akan apa yang terjadi."Komandan militer AS pengelola penjara Irak, Mayjen Geoffrey Miller, juga minta maaf atas "tindakan ilegal" tentara-tentara AS tersebut.Ketika ditanyakan mengapa bukan Bush yang meminta maaf, juru bicara Gedung Putih berujar: "Saya yang katakan itu sekarang untuk dia (Bush)."
(ita/)










































