Sebelumnya, usai menjenguk Ayin, OC Kaligis mengeluh badannya pegal-pegal. "Aduh saya capek nih baru pulang dari Singapura," katanya di depan Lapas Wanita Tangerang, Jalan M Yamin, Kamis (27/1/2011).
Wartawan kemudian menunjukkan tempat pijat tidak jauh dari kompleks Lapas Wanita Tangerang. Kaligis menuruti saran wartawan, lalu berjalan menuju bangunan bercat kuning dan hijau tersebut.
Bangunan itu merupakan salon kecantikan dan pijat kesehatan, dengan para napi wanita sebagai pegawainya. Kemudian OC Kaligis duduk di kursi hitam sambil menyenderkan badannya.
Seorang napi wanita berambut pendek kemudian memijat kaki dan pundak Kaligis. Napi ini mengenakan kaos warna pink bertuliskan 'Tamping'.
"Saya tidak betah di dalam karena banyak yang nangis, saya kan tidak tegaan orangnya," kata pengacara senior ini kepada wartawan. Dia menyebut, orang yang nangis adalah para napi yang sedih karena Ayin batal bebas hari ini.
Kemudian wartawan pun mengajukan banyak pertanyaan seputar Ayin. OC Kaligis melayani pertanyaan wartawan itu sambil dipijat. Setelah 20 menit, Kaligis mengenakan sepatunya dan menuju pintu masuk Lapas Wanita Tangerang.
Sementara itu, Herlina (29), wanita yang memijat OC Kaligis, menyatakan OC Kaligis memberikan bayaran sebesar 100 ribu rupiah. Ia menyatakan senang OC Kaligis mampir ke tempat pijatnya.
"Dia kan pengacara Ariel dan saya adalah penggemarnya," kata wanita berkulit putih yang terjerat kasus traficking ini.
Herlina sempat berfoto dengan OC Kaligis sebelum pengacara itu kembali ke dalam penjara. Herlina menjalani vonis 5 tahun penjara dan akan bebas tiga atau empat bulan lagi. "Mudah-mudahan ada remisi tambahan," katanya. (nal/nrl)











































