"Temen-temennya di dalan semua pada nangis, karena Ayin gagal keluar. Terutama yang WN Iran," kata Kaligis di LP Wanita Tangerang, Kamis (27/1/2011).
Menurut dia, Ayin merasa di diskriminasikan, walau dia berusaha tetap tegar. "Dia hanya bilang, kok saya sepertinya didiskriminasi. Hanya itu. Dia tegar kok orangnya meski tahu didiskriminasikan," imbuhnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dia dipanggil 'Mami' di dalam, kenapa dia dipanggil mami, karena dia baik tentunya," kata OC Kaligis pengacara Ayin, Kamis (27/01/2011).
OC Kaligis juga menjelaskan, keluarganya Ayin juga sudah ramai datang dan berkumpul. Hanya saja pembebasannya terganjal SK yang belum keluar. Untuk itu, dia menyalahkan Sekretaris Satgas Pemberantasan Mafia Hukum Denny Indrayana sebagai provokatornya.
"Itu karena Denny Indrayana, ini terganjal provokator. Karena dia menggunakan kata-kata menciderai kalau si Ayin bebas," katanya.
"Mudah-mudahan, bapaknya, ibunya Denny Indrayana tidak mengalami seperti Ayin. Orang sudah waktunya bebas kok dibeginikan. Dia (Denny Indrayana) lebih banyak berkantor di dua stasiun TV swasta sih," tukas Kaligis lagi.
ICW juga dicecar OC Kaligis. Menurut dia, ICW juga mempengaruhi kebebasan Ayin. "Masa orang yang sudah mengajarkan kebaikan seperti mengajar bahasa Inggris dan lainnya, dibikin ramai. Ada grup band yang nyanyi di dalam lapas tidak seperti ini, Nurdin Halid juga dulu nggak seperti ini," terangnya.
Saat ini, sebagai pengacara Ayin, OC Kaligis mengaku, pihaknya meminta mohon agar Dirjen Lapas mau segera menandatangani SK pembebasan bersyarat Ayin. "Jangan ada kata-kata melukai atas pembebasan Ayin lagi. Kami sekarang memohon untuk segera ditandatangani sesuai dengan hukum yang ada," katanya.
(fay/fay)











































