Bila ada seorang mahasiswa, seniman atau siapapun yang mengaku, pasti akan langsung ditangkap polisi. Mereka bakal dijerat dengan pasal pengrusakan lahan sawah milik petani di Desa Jogotirto.
"Seandainya itu benar dilakukan oleh anak Matematika, belum tentu akan mengaku. Soalnya kepolisian mengatakan akan memperkarakan dan menangkapnya," kata Ketua Jurusan Matematika Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (MIPA) Universitas Gadjah Mada (UGM), Widodo di kampus, Rabu (26/1/2011).
Widodo mengaku saat ini jurusan telah menghubungi seluruh mahasiswa matematika yang sedang mengisi liburan baik yang tinggal di dalam dan luar DIY terutama mahasiswa angkatan 2008. Mereka dihubungi baik melalui telepon secara langsung maupun sms. Namun hingga saat ini tidak ada satupun yang mengaku melakukannya. Untuk melacaknya, jurusan sudah menghubungi 60-an mahasiswa.
"Semua sudah dihubungi lewat telpon dan sms, kebanyakan mereka berada di luar DIY. Jawabannya macam-macam diantaranya mengaku tidak tahu," katanya.
Menurut dia, bila ada mahasiswa MIPA jurusan Matematika yang mengaku, mereka pasti akan ketakutan. Sebab polisi sudah siap menangkap dan akan menjerat dengan pasal pengrusakan lahan sawah milik petani.
"Kita juga belum tahu, apa betul anak matematika, tapi kewajiban kita mendampingi mahasiswa, bila itu benar," kata Widodo.
Dia menambahkan crop circle memang bisa dibuat berdasarkan ilmu matematika. Crop circle dapat dibuat dengan menggunakan bentuk matematika geometri fraktal.
"Untuk membuat bentuk crop circle yang diinginkan, dapat dilakukan lewat matematika geometri," kata guru besar ilmu matematika UGM itu.
(bgs/fay)











































