"Kita masih mencoba mengklarifikasi beberapa informasi. Ada informasi soal, saya kemarin mendapat laporan ada informasi yang terkait dengan masalah (pertemuan) Tebet-lah. Kemudian ada lagi informasi tentang uang mukalah, gitu," ungkap Jamwas Marwan Effendy kepada wartawan di Kejagung, Jl Sultan Hasanuddin, Jakarta Selatan, Rabu (26/1/2011).
Marwan mengaku, ia mendapat informasi tersebut melalui pesan singkat. Namun, dia merahasiakan pihak yang melaporkan hal ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mengenai informasi ini, Marwan menuturkan, pihaknya kini tengah berusaha menelusurinya. Selain, tim juga tengah mengusut dugaan adanya salah satu jaksa Bahasyim yang bertemu dengan pihak keluarga Bahasyim.
"Ada lima toh (jaksa Bahasyim). Ada Fahrizal, ada Rudi Piliang, di antara itu diduga telah ketemu dengan penghubung keluarga dari si Bahasyim, bukan Bahasyimnya yang ketemu. Nah ini sekarang kita lacak ini. Terus siapa dari pihak Kejaksaan ini di antara lima ini? Atau ada di luar itu, ya tho. Misalnya ada Kasi, ada Aspidsus di DKI, ada Kajari, ada Kasi Pidsus lagi. Di antara ini kan
sedang kita lacak siapa," jelasnya.
Menurut Marwan, meskipun pihaknya telah menyatakan salah satu jaksa Bahasyim, yakni jaksa Fachrizal tidak profesional dalam menganai perkara Bahasyim. Namun, pihaknya belum bisa memastikan apakah jaksa Fachrizal juga yang diduga bertemua dengan pihak keluarga Bahasyim.
"Ini kan masih dicari siapa yang ketemu ini, terus apa maksudnya pertemuan-pertemuan itu. Kan ada larangan seorang jaksa yang sedang menangani perkara tidak boleh bertemu dengan pihak-pihak yang akan mengintervensi perkara itu ya toh. Intervensi ini dalam pengertian yang negatif. Ya artinya bukan pengertian positif," terang Marwan.
Marwan meyakini, ada penghubung antara JPU dengan pihak Bahasyim dalam kasus ini. Hal ini ditambah dengan informasi adanya pertemuan antara jaksa dengan pihak keluarga Bahasyim di Tebet dan juga dugaan pemberian uang muka. Karenanya, Jamwas masih mempertimbangkan sanksi yang akan diberikan kepada jaksa kasus Bahasyim.
"Tapi yang sekarang kita selidiki ini, ada SMS yang masuk kepada kita: 'Pak saya mau usut ini pertemuan Tebet yang gagal, ya toh. Ada penghubungnya, salah satunya di antara jaksa itu dengan keluarganya Bahasyim. Nah, ini makanya sampai sekarang kita belum memberikan putusan terhadap hukuman disiplin," tandasnya.
(nvc/lrn)










































