"Kami benar-benar akan melakukan penutupan terhadap Guantanamo. Dalam pelaksanaannya, ternyata banyak halangan yang tidak kami perkirakan sewaktu menyusun perencanaan penutupan penjara itu," kata Hillary seperti yang dilansir AFP, Rabu (26/1/2011).
Dalam jumpa pers yang juga dihadiri oleh Menlu Spanyol, Trinidad Jimenez, Hillary mengapresiasi pemerintah Spanyol yang telah menerima limpahan 3 tahanan Guantanamo. "Bagaimanapun juga, tidak ada keraguan dalam komitmen kami. Dan dukungan yang berkelanjutan dari negara-negara sahabat seperti Spanyol akan membuat kami tetap di jalan yang benar untuk melakukan tindakan tersebut," tuturnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun, saat ini dua tahun telah berlalu dan penjara tersebut belum juga ditutup. Pada bulan Desember lalu, Gedung Putih menyatakan bahwa mustahil bagi mereka untuk menutup Guantanamo dalam waktu dekat terkait dengan adanya hambatan-hambatan di dalam bidang hukum dan legislatif.
Penjara Militer Teluk Guantanamo mulai beroperasi pada tanggal 11 Januari 2002 di Markas Angkatan Laut AS di Kuba. Penjara itu dimaksudkan untuk menampung tahanan-tahanan yang ditangkap terkait dengan 'perang melawan terorisme' yang digalakkan AS sebagai reaksi dari Serangan 11 September 2002.
(gah/gah)











































