"Tolong ya dana BOS dan BOP yang diterima itu di sekolah ini harus dipajang," ujar Prijanto sambil menunjuk mading saat berkunjung SMPN 198 Jakarta, Jl Pertanian Klender Duren Sawit III, Jakarta Timur, Rabu (26/1/20110)
Prijanto juga meminta agar sekolah memasang pengumuman bagi masyarakat tentang pembebasan biaya sekolah, agar masyarakat tidak ragu-ragu dalam mendaftarkan anak-anak bersekolah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mendengar teguran dari Prijanto, Kepala Sekolah SMPN 198 Duren Sawit, Amer Manulang, berjanji akan segera melaksanakan perintah itu. "Iya Pak, kita akan segera lakukan," kata Amer sambil menganggukkan kepala.
Tidak hanya SMPN 198 yang disemprit Prijanto, SMPN 273 Kampung Bali juga bernasib serupa karena tidak memasang pengumuman penerimaan dana BOS dan BOP.
"Baik Pak, ke depan kita akan lakukan sesuai instruksi," ujar Kepala Sekolah SMPN 273 Kampung Bali, Taufik.
Sebelumnya, Prijanto sempat kaget akibat masih banyaknya sekolah-sekolah yang terlihat usang dan atap-atap sekolah yang jebol dan tidak diperbaiki.
"Dari semua sekolah yang saya kunjungi, apa yang saya lihat di kenyataannya memang cukup mengagetkan. Masih banyak sekolah yang mengalami kerusakan berat. Tetapi dalam anggaran APBD tahun 2011, justru rehabilitasi dihilangkan. Kita harus cari solusi bagaimana agar sekolah ini bisa segera diperbaiki dan layak dipakai lagi," papar mantan Aster KSAD ini.
(fiq/nrl)










































