"Usulan Ical itu ujian bagi presiden. Kalau kemudian terpengaruh berarti sudah jelas ke mana arahnya," terang Direktur Pusat Kajian Antikorupsi (PuKAT) UGM Zainal Arifin Muchtar di Jakarta, Rabu (26/1/2011).
Dia berharap Presiden tidak dengan mudah begitu saja meluluskan permintaan Ical. Meski Ical merupakan Ketua Setgab dari partai koalisi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Zainal menilai, kritik Ical tentang Satgas sebenarnya sah-sah saja, tapi yang menjadi pertanyaan kenapa dia tidak mengkritisi juga Kepolisian dan Kejaksaan.
"Ical tidak pernah menegur Kejaksaan dan Kepolisian. Kemudian apakah ada politisasi? Saya rasa kalau politisasi untuk membongkar kasus korupsi itu sah-sah saja, diperbolehkan. Kecuali politisasi untuk menutup perkara korupsi, tentu tidak boleh," ujar akademisi muda ini.
(ndr/nrl)











































