Manipulasi Suara, Parpol Minta Polisi Usut Gubernur Sumsel

Manipulasi Suara, Parpol Minta Polisi Usut Gubernur Sumsel

- detikNews
Rabu, 05 Mei 2004 17:06 WIB
Palembang - Puluhan perwakilan parpol dari PNBK, PAN, PPP, PDIP, dan PD, mendatangi kantor Poltabes Palembang. Mereka menuntut polisi mengusut tuntas pihak-pihak yang melakukan kecurangan dalam Pemilu termasuk keterlibatan Gubernur Sumsel Syahrial Oesman dan Walikota Palembang Edi Santana Putra. "Kami minta diusut kemungkinan keterlibatan campur tangan Gubernur Sumsel dan Walikota Palembang dalam Pemilu 2004 seperti diakui seorang petugas PPK di Palembang yang terindikasi terlibat manipulasi suara," kata Ketua DPD PNBK Sumsel, Febuar Rahman di Poltabes Palembang, Rabu (5/5/2004).Perwakilan parpol tersebut kemudian berdialog dengan Kasat Intelpam Poltabes Palembang, AKP Ratno Kuncoro. Dalam kesempatan itu aparat polisi berjanji akan memproses tuntas secara hukum siapa saja yang terindikasi terlibat dalam manipulasi suara.Tapi, mengenai tuntutan pengusutan terhadap indikasi keterlibatan Gubernur Sumsel dan Walikota Palembang, Poltabes Palembang mengatakan tidak ada indikasi keterlibatan para pejabat pemerintahan itu."Sampai saat ini, kami tidak mendapatkan bukti kalau adanya keterlibatan atau intervensi dari Gubernur Sumsel dan Walikota Palembang terhadap penyelenggaran pemilu sehingga terjadi adanya indikasi kecurangan penghitungan suara," kata Ratno.Poltabes Palembang meminta parpol berhati-hati memberikan tuduhan pejabat negara terlibat dalam manipulasi suara. "Ini demi stabilitas keamanan yang harus tetap terjaga. Dan, kami juga minta Gubernur dan Walikota Palembang tetap memberikan kepercayaan kepada KPU itu menyelesaikan tugas-tugasnya," tambah Ratno yang juga anggota Panwaslu Kota Palembang. Sebelumnya, beberapa pihak di Palembang, seperti parpol, Panwaslu, caleg, dan sejumlah NGO menuntut agar anggota KPU Kota Palembang dan KPU Sumsel diganti. Alasannya kerja mereka tidak profesional sehingga merugikan masyarakat dan parpol, dan suksesnya jalannya pemilihan capres dan wapres. (iy/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads