"Nggak urgen, gaji SBY di antara pemimpin negara lain, tertinggi ketiga, 28 kali dari income per kapita penduduk Indonesia," kata Eva di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (26/1/2011).
Politisi PDI Perjuangan ini, mempertanyakan keterangan Menkeu Agus Martowardojo kemarin yang mengatakan akan segera menaikkan gaji Presiden. Kalau memang benar, kata Eva, berarti itu justru menunjukkan tidak adanya komunikasi yang baik antara Presiden dan menterinya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurutnya, semua perencanaan APBN sudah dibahas di DPR. Saat rapat dengan Komisi XI DPR, Eva menuding Menkeu tidak rinci dalam menjelaskan anggaran.
"Semua perencanaan APBN itu sudah digodog di DPR. Menkeu tak rinci di rapat Komisi XI. Baru ketahuan setelah Menkeu merespons (pernyataan Presiden). Ini sebenarnya sudah dinaikkan tanpa sepengetahuan Presiden," imbuhnya.
Sebelumnya, Menteri Keuangan Agus Martowardojo memastikan besaran gaji presiden akan dinaikkan pada tahun ini. Ini dilakukan karena memang selama 7 tahun ini, gaji presiden belum mendapatkan kenaikan.
"Tahun ini naik. Untuk anggarannya, sebenarnya sejak 3 tahun lalu sudah dianggarkan. Namun soal renumerasi pejabat ini belum selesai karena masalahnya kompleks," ujar Agus di kantor Menko Perekonomian, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Selasa 25 Januari lalu.
Agus mengatakan, kenaikan gaji presiden ini penting, karena jika tidak maka pejabat-pejabat negara lain akan sulit memperoleh kenaikan gaji apabila gaji presiden sebagai kepala pemerintahan tidak dinaikkan.
(anw/lrn)










































