Prijanto awalnya mengunjungi SDN Malaka Jaya 06 Duren Sawit, Jakarta Timur, Rabu (26/1/2011). Prijanto disambut murid-murid kelas 2 SD.
Prijanto mengunjungi tiap kelas dari kelas 1 hingga kelas 6. "Wah kenapa atapnya begini?" kata Prijanto kepada seorang guru.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Oh iya, ini sudah lama makanya kita minta segera direhab. Kelas dikosongkan dan dipindah ke kelas lain," jawab guru laki-laki itu.
Murid SDN Malaka senang Prijanto berkunjung ke sekolah mereka. Murid-murid meminta sekolahnya segera diperbaiki. "Mungkin Bapak Wakil Gubenur bisa perbaiki sekolah kita yang rusak," kata Indah, murid kelas 4 SD.
Prijanto selanjutnya menuju SD Pondok Bambu yang berlokasi di Jalan Balai Rakyat III Duren Sawit, Jakarta Timur. Kepala sekolah SD Pondok Bambu, Dedy Priyatna, mengaku sekolah yang dipimpinnya sudah tidak diperbaiki sejak tahun 1975.
"Iya, sekolah kita sejak tahun 1975 sudah tidak pernah direhab total," ujar Deny.
Prijanto balik bertanya kepada murid-murid. "Nah, kalau begini, lebih penting mana rehab sekolah, dengan pengadaan alat belajar seperti papan tulis berbasis IT?" tanya Prijanto.
"Butuh gedung baru..!" jawab murid-murid kelas 2 SD itu.
Selain berkunjung ke SD, Prijanto menyambangi SMPN 273 Kampung Bali, Tanah Abang, Jakarta Pusat. Lagi-lagi, mantan Aster KSAD ini kaget saat menyaksikan atap kelas ambruk dan sudah 2 tahun tidak ada perbaikan.
"Dari semua sekolah yang saya kunjungi, apa yang saya lihat di kenyataannya memang cukup mengagetkan. Masih banyak sekolah yang mengalami kerusakan berat. Tetapi dalam anggaran APBD tahun 2011, justru rehabilitasi dihilangkan. Kita harus cari solusi bagaimana agar sekolah ini bisa segera diperbaiki dan layak dipakai lagi," papar Prijanto.
(aan/fay)










































