Tolak Intervensi Asing Dalam Kasus Ba'asyir, Mahasiswa Semarang Berunjuk Rasa
Rabu, 05 Mei 2004 15:56 WIB
Semarang -
Puluhan mahasisa yang menamakan diri sebagai Gerakan Mahasiswa Pembebasan berunjuk rasa di Bundaran Air Mancur Semarang, Jl. Pahlawan, Rabu (5/5/2004). Para 'pendukung Ba'asyir' tersebut menolak intervensi asing di Indonesia.Mereka memulai aksi sekitar pukul 14.30 WIB. Dengan mengenakan ikat kepala berwarna hitam dan bertuliskan "lailahaillallah" dalam huruf Arab, mereka meneriakkan pembebasan Abu Bakar Ba'asyir.Mereka juga mengacung-cungkan poster yang bertuliskan "Aktifis Muslim bukan teroris", "RMS dan AS = Teroris", "AS dalang separatisme", dan "Khilafah The Real Solution". Namun, tak banyak pengendara jalan yang memperhatikannya. Dalam orasinya, Humas GMP Dimas A Permadi mengatakan AS berusaha menghabisi umat Islam karena tak pernah memuluskan jalan kapitalisme di dunia mana pun. "Penangkapan Usatdz Ba'asyir adalah contoh kongkret bagaimana AS mendikte urusan dalam negeri kita," katanya di sela-sela aksi.Dimas menambahkan bahwa pemerintah RI sering kali menerapkan standar ganda dalam menangani kasus-kasus internasional. Misalnya, pada kasus Ba'asyir. "Alex Manuputty yang jelas-jelas melakukan makar tidak ditindak apa-apa," teriak Dimas.Karena berlangsung dengan sangat tertib, tak seorang pun aparat terlihat mengawal aksi atau mengatur lalu lintas. Mereka membubarkan diri 14.30 WIB dan langsung pulang ke kampus Undip Semarang yang tak jauh dari lokasi aksi.
(nrl/)










































