Tak bisa dipungkiri insiden demi insiden kerap terjadi di atas pesawat Qantas. Namun maskapai penerbangan Australia itu membantah pihaknya mengalami masalah pemeliharaan sistemik.
"Ini tentunya sangat membuat frustrasi karena para penumpang terkena dampaknya," ujar juru bicara Qantas Tom Woodward seperti dilansir harian Sydney Morning Herald, Rabu (26/1/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam insiden yang terjadi Selasa, 25 Januari kemarin, pesawat yang mengangkut 352 penumpang itu, baru sekitar 30 menit terbang setelah bertolak dari Bandara Internasional Bangkok pada Selasa, 25 Januari kemarin. "Salah satu mesin mengkonsumsi bahan bakar lebih cepat daripada biasanya," ujar Woodward.
Akibatnya, sebagai langkah pencegahan, pilot memutuskan untuk kembali ke Bangkok agar mesin pesawat diperiksa. Pesawat Boeing 747 dengan nomor penerbangan QF2 itu pun mendarat dengan selamat pada Selasa kemarin sekitar pukul 19.00 waktu setempat.
Insiden itu terjadi hanya beberapa jam setelah pesawat Qantas yang terbang dari Melbourne menuju Adelaide menurunkan ketinggian dengan cepat hampir 8 ribu meter setelah mengalami penurunan tekanan udara kabin secara mendadak.
Dalam insiden itu, masker-masker oksigen secara otomatis berjatuhan dan penumpang harus mengenakan masker selama sekitar 10 menit. Insiden itu menimbulkan kepanikan sebagian penumpang.
(ita/nrl)











































