Semua Capres Diundang Resmikan Monumen Persaudaraan Nasional
Rabu, 05 Mei 2004 14:59 WIB
Jakarta - Semua capres akan diundang dalam peresmian Monumen Persaudaraan Nasional. Tapi baru Mega yang diundang dan positif bersedia meresmikannya.Hal ini dinyatakan Lius Sungkarisma, ketua Perhimpunan Reformasi Tionghoa Indonesia kepada wartawan usai bertemu Presiden Mega di Istana Negara, Jl. Veteran, Jakpus, Rabu (5/5/2004).Monumen itu didirikan sebagai pernyataan agar peristiwa kerusuhan 13 Mei 1998 tidak terulang lagi. Monumen itu berbentuk patung burung Garuda yang diangkat oleh dua pemuda, berbahan dari perunggu. Monumen telah didirikan di Chandra Naya, kawasan Kota, Jakarta.Lius menjelaskan, Mega menyambut baik inisiatif didirikannya monumen itu sebagai simbol agar peristiwa 1998 tidak terulang lagi. "Kita ingin pengakuan dari negara agar peristiwa ini menjadi perhatian serius dan tidak terulang kembali," kata Lius.Apakah monumen itu justru malah mengingatkan pada luka lama tragedi yang mengiringi jatuhnya Soeharto itu? "Tidak, kita berpikir semangat kita untuk menjaga persaudaraan itu betul-betul tersimpan di dalam hati paling dalam," ungkapnya.Lius juga ditanya apakah ada kekhawatiran di kalangan Tionghoa bahwa yang menang pilpres nanti adalah orang yang dianggap bertanggung jawab dalam rusuh Mei 1998. "Memang ada ungkapan-ungkapan seperti itu. Kita tidak bisa berbohong terhadap perasaan kita," jawabnya."Tapi pilpres mendatang adalah langsung dipilih oleh rakyat. Jadi rakyat akan mengetahui track record dari masing-masing tokoh tersebut. Kalau jelek ya tidak akan dipilih rakyat," imbuhnya.Dia menepis anggapan bahwa event Mei dijadikan isu untuk mengganjal capres dan cawapres tertentu. "Bahkan semua capres akan ikut diundang dalam peresmian tersebut," demikian Lius.
(nrl/)











































