Masalah terjadi ketika pesawat yang mengangkut 352 penumpang itu baru sekitar 30 menit terbang setelah bertolak dari Bandara Internasional Bangkok pada Selasa, 25 Januari kemarin. Ketika itu mesin-mesin pesawat mendadak "mengkonsumsi bahan bakar lebih cepat dari biasanya," demikian disampaikan juru bicara Qantas.
Akibatnya, pilot memutuskan untuk kembali ke Bangkok. Pesawat Boeing 747 dengan nomor penerbangan QF2 itu pun mendarat dengan selamat pada Selasa kemarin sekitar pukul 19.00 waktu setempat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sejauh mungkin kami akan mencoba dan menempatkan para penumpang yang perlu kembali ke Sydney secepatnya di penerbangan-penerbangan lain namun itu tergantung pada ketersediaan di maskapai lain," ujar juru bicara tersebut seperti diberitakan Daily Telegraph, Rabu (26/1/2011).
Ditegaskannya, ini bukan masalah gagal mesin.
Insiden ini terjadi hanya beberapa jam setelah peristiwa menegangkan di pesawat Qantas lainnya bertujuan Melbourne, Australia. Pesawat yang bertolak dari Adelaide, Australia itu mengalami penurunan tekanan udara kabin secara mendadak hingga pesawat pun menurunkan ketinggian dengan cepat.
Dalam insiden itu, masker-masker oksigen secara otomatis berjatuhan dan para penumpang harus mengenakan masker tersebut selama sekitar 10 menit. Peristiwa ini menimbulkan kepanikan sebagian penumpang. Pesawat Boeing 737-400 tersebut akhirnya mendarat dengan selamat. Tak ada penumpang yang terluka.
(ita/nrl)











































