Pilpres Lebih Sederhana, Tapi Lebih Rawan Konflik

Pilpres Lebih Sederhana, Tapi Lebih Rawan Konflik

- detikNews
Rabu, 05 Mei 2004 14:22 WIB
Kuta - Panwaslu menilai Pemilu presiden dan wapres 5 Juli mendatang lebih sederhana dibandingkan dengan Pemilu legislatif lalu. Tapi diingatkan Pemilu presiden akan lebih rawan konflik. Sosialisasi harus dilakukan dengan sebaik-baiknya.Demikian disampaikan anggota Panwaslu Didik Supriyanto di sela-sela rapat kerja nasional (Rakernas) Pengawasan Pemilu Presiden-wapres, di Hotel Sahid Bali, Jl. Pantai Kuta, Kuta, Rabu (5/5/2004).Pemilihan pesiden lebih sederhana karena hanya memiliki satu daerah pemilihan yakni nasional. Selain itu pesertanya juga terbatas yang diprediksikan hanya sekitar 5 pasangan capres dan cawapres. Proses pencalonan juga hanya di level nasional. Penetapan calon terpilih cukup dengan melihat hasil Pemilu nasional. "Tinggal merekap selesai. Tidak ada rumus macam-macam," kata Didik.Namun menurut Didik, meski sederhana Pemilu presiden lebih rawan dibanding Pemilu legislatif kemarin. Rawan sosialnya lebih tinggi. Kandidat akan habis-habisan bertarung karena hanya ada satu pemenang yang akan menjadi presiden-wapres terpilih. "Ini problem yang sangat serius. Pada Pemilu legislatif, parpol tak jor-joran dan agresif menyerang parpol lain karena masing-masing elit parpol sedang memiliki bayangan untuk koalisi pada Pilpres. Pada saat pilpres nanti tak akan ada pilihan lagi," jelas anggota Panwaslu dari unsur pers ini. Didik memprediksi pemilih akan terpecah dalam beberapa kelompok besar sesuai dengan jumlah calon. Masing-masing kelompok ini mengejar target untuk memenangkan pemimpinnya.Maka itu Didik mengimbau agar sosialiasi Pemilu Presiden dilakukan dengan sebaik-baiknya. Diingatkan, pemilih yang tak terdaftar pada Pemilu legislatif lalu akan marah bila namanya tak terdaftar lagi pada Pilpres. "Kalau tidak disosialisasikan dengan baik akan berdampak buruk," kata Didik. (iy/)


Berita Terkait