"Selama ini, kader-kader perempuan PKS telah menjadi tempat curhat dan rujukan pendapat dariย perempuan berbagai kalangan terhadap persoalan-persoalan hidup. Potensi besar ini akan dikembangkan lebih lanjut oleh Bidang Perempuan PKS. Program ini kami namakan Bunda Peduli," ujar Ketua DPP Bidang Perempuan DPP PKS, Anis Byarwati, dalam rilis yang diterima detikcom, Selasa (25/1/2011).
Menurut Anis, dalam lima tahun terakhir ini, tren perceraian di Indonesia meningkat tajam. Pada tahun 2009, ada 250 ribu kasus perceraian. Jumlah itu setara dengan 10% dari angka pernikahan di tahun 2009.ย
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Anis menjelaskan, pihaknya telah merencanakan untuk melatih kader-kader perempuan PKS di setiap kelurahan dengan keterampilan konseling ketahanan keluarga. Keterampilan ini akan menjadi nilai tambah bagi kader-kader perempuan PKS yang selama ini telah dibekali dengan pemahaman utuh tentangย membangun ketahanan keluarga.
Selain merencanakan program Bunda Peduli, Bidang Perempuan DPP PKS juga akan menggulirkan program Ayah Proaktif. Peran ayah juga dirasa sangat dibutuhkan, oleh karena itu, Bidang Perempuan PKS akan menggulirkan berbagai kegiatan yang memotivasi para ayah di Indonesia untuk perhatian dan terlibat dalam kegiatan pendidikan anak dan menjaga ketahanan keluarga.
"Salah satu agenda Rapat Koordinasi (Rakornas) Bidang Perempuan PKS Sejahtera, 27โ29 Januari ini, Bidang Perempuan DPP PKS akan mematangkan berbagai program terkait persoalan ketahanan keluarga," tutup dia.
(fjr/rdf)











































