Isu Pendidikan Murah Menyesatkan

Presiden Mega:

Isu Pendidikan Murah Menyesatkan

- detikNews
Rabu, 05 Mei 2004 13:43 WIB
Jakarta - Presiden Megawati menilai pendidikan murah yang banyak digulirkan sejumlah tokoh sebagai isu yang menyesatkan. Dana APBN terlalu kecil untuk memenuhi semua kebutuhan bangsa termasuk pendidikan. "Ketika banyak di antara kita dengan mudah berbicara tentang pendidikan yang murah, apalagi gratis, kita tahu betapa pernyatan seperti itu tidak saja bertentangan dengan kenyataan tapi sebenarnya sangat menyesatkan," kata Presiden Mega.Hal itu disampaikan Mega dalam sambutan Peringatan Hari Pendidikan Nasional, di SMU 13 Jl. Seroja, Jakarta Utara, Rabu (5/5/2004). Ikut hadir mendampingi Presiden, Taufik Kiemas, Mendiknas Malik Fajar dan Mendagri yang merangkap sebagai Menko Polkam Adinterim Hari Sabarno.Presiden Mega menyadari pendidikan terkait erat dengan masa depan bangsa. Namun di sisi lain tak bisa dipungkiri untuk mengelola sistem pendidikan apalagi yang baik memerlukan biaya yang sangat besar.Mega mengaku bisa merasakan keluh kesah orang tua tentang mahalnya biaya pendidikan. Dia juga bersimpati dengan para guru dan pendidik yang belum mendapatkan gaji yang memadai untuk bisa hidup layak dan dihormati. Namun menurut Mega, mahalnya biaya pendidikan telah menjadi wacana yang berlebihan. "Kita pasti pernah mendengar soal biaya pendidikan telah menjadi bahan wacana yang sering terasa berlebihan. MPR melalui amandemen UUD 1945 juga telah berusaha mengusahakan 20 persen APBN untuk pendidikan. Sungguh tidak mudah membagi kue anggaran yang demikian kecil untuk membiayai demikian banyak kebutuhan," jelas Mega. Mega kemudian menyesalkan pengelolaan pendidikan saat ini yang cenderung untuk tujuan komersial. Hal ini akan menyebabkan makin banyak warga Indonesia yang menjadi kuli di negerinya sendiri. Pada kesempatan itu Presiden sempat meninjau SMU 13. SMU ini merupakan sekolah unggulan di DKI Jakarta. Sejumlah prestasi tingkat internasional pernah diraih sekolah ini. Pada tahun 2003 SMU ini pernah mewakili Indonesia dalam kemah pelajar di AS. Tahun 2004 menjadi juara I dan III melukis yang diadakan Palang Merah di Korea. Sedangkan tahun 1999 menjadi juara pidato pelajar tingkat SLTA se-Asia-Afrika. (iy/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads