Soal Penyiksaan Tahanan Irak, Pejabat AS Minta Maaf
Rabu, 05 Mei 2004 13:45 WIB
Jakarta - Seorang pejabat tinggi pemerintah Amerika Serikat minta maaf atas penyiksaan tawanan Irak yang dilakukan tentara-tentara AS. Permintaan maaf itu disampaikan Penasihat Keamanan Nasional AS Condoleezza Rice.Sebelumnya, Presiden George W Bush dan pejabat-pejabat AS lainnya telah mengecam perlakuan menyimpang prajurit-prajurit AS di penjara Irak tersebut. Demikian seperti dilansir kantor berita AFP, Rabu (5/5/2004).Seperti yang dikatakan Menteri Pertahanan AS Donald Rumsfeld, penyiksaan tersebut "sepenuhnya tidak bisa diterima." Rumsfeld pun menegaskan bahwa masalah ini akan ditangani dengan sepatutnya.Adapun Rice menuturkan bahwa dirinya "sangat menyesalkan" penyiksaan dan pelecehan seksual yang dilakukan tentara-tentara AS. Sejauh ini baru statemen Rice tersebut yang mengungkapkan permintaan maaf atas skandal ini.Pemerintahan Bush saat ini terus berupaya meredakan kemarahan dunia, khususnya dunia Arab atas kasus penyiksaan di penjara Irak tersebut. Beberapa prajurit AS yang terlibat dalam skandal ini telah dijatuhi hukuman berat. Pihak Pentagon AS saat ini masih terus melakukan investigasi untuk menemukan kemungkinan adanya pelanggaran yang sistematis dan luas di penjara-penjara Irak yang dikuasai pasukan AS.
(ita/)











































