"Kenaikan gaji presiden itu wajar. Saya kira pada angka Rp 100-120 juta per bulan," ungkap Umar usai acara Refleksi 2010 dan Perspektif 2011 di The Habibie Center, Kemang, Selasa (25/1/2011).
Menurutnya, bisa saja gaji naik, asal sesuai dengan perkembangan ekonomi. Umar juga mengingatkan masyarakat menginginkan dengan kenaikan gaji itu, presiden jadi lebih berani mengambil keputusan dan bisa lebih menjawab permasalahan-permasalahan secara konkret.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dia menilai, bila ada masyarakat yang marah dengan kenaikan itu wajar, karena masyarakat sendiri sedang terhimpit dengan meningkatnya harga-harga kebutuhan pangan. Namun hal itu bisa diatasi asal presiden bisa bekerja dengan lebih baik lagi saat gajinya naik.
Β
"Yang sekarang menjadi isu itu bahwa di masyarakat ada kenaikan bahan pangan, sensifititasnya kan begitu. Nah, itu harus diatasi pemerintah," imbuhnya.
Sementara untuk kenaikan dana tunjangan presiden, Umar mengatakan tidak perlu dinaikkan karena gajinya sudah naik. "Menurut saya tidak perlu naik dana tunjangannya," tutup Umar.
(feb/rdf)










































