"Dibilang tegang ya tidak terlalu tegang, dibilang santai ya tidak santai. Cukup formal-lah," ujar Refly saat dihubungi, Selasa (25/1/2011) malam.
Namun Refly sama sekali tidak mau membeberkan seputar materi konfrontasi dan hasil penyimpulan dari majelis kehormatan hakim mahkamah konstitusi. Refly mengaku harus menghormati ketentuan yang ada dalam majelis tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Refly merupakan salah satu orang yang memberikan testimoni dalam laporan tim investigasi MK. Bersama Maheswara Prabandono, keduanya mendatangi rumah Bupati Simalungun JR Saragih (yang saat itu sedang menunggu hasil sidang di MK, mengenai kemenangan dirinya yang digugat) di bilangan Pondok Indah pada 22 September silam.
Berdasar laporan tim investigasi yang dibuka oleh MK, dalam pertemuan tersebut disebutkan Refly dan Maheswara mendengar pernyataan dari Saragih yang akan memberikan uang sebesar Rp 1 miliar untuk hakim konstitusi Akil Mochtar. Karena hal tersebut, Saragih meminta pemakluman kepada dua kuasa hukumnya itu, untuk diberi kortingan succes fee.
Testimoni Refly dan Maheswara itulah yang membuat dugaan suap di MK mencuat. KPK sampai saat ini sedang berada dalam tahap penyelidikan untuk mengusut kasus ini.
(fjr/rdf)











































