"Kami berharap kita tak akan kehilangan satu orang pun, namun mereka dalam kondisi kritis," ujar kepala kesehatan Moskow, Leonid Pechatnikov seperti dikutip media Rusia, RIA Novosti, Selasa (25/1/2011).
Dikatakan Pechatnikov, sebanyak 30 korban luka telah dioperasi semalam. Beberapa di antaranya, yakni sebanyak 7 orang dengan luka-luka serius telah dioperasi di Rumah Sakit Sklifosovsky di Moskow.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Untuk memastikan keamanan transportasi, Presiden Medvedev memerintahkan Kementerian Transportasi, Kementerian Dalam Negeri dan Badan Keamanan Federal untuk bersama-sama meningkatkan keamanan di bandara-bandara, terminal dan semua pusat transportasi besar.
Medvedev pun telah memerintahkan penyelidikan atas peristiwa itu. "Presiden memerintahkan Ketua Komite Penyelidik Rusia untuk menunjuk tim penyelidik guna menyelidiki serangan teroris ini," demikian rilis pers Kedubes Rusia di Jakarta.
Aksi bom bunuh diri tersebut merupakan serangan bunuh diri kedua di Moskow dalam waktu kurang dari setahun. Pada 29 Maret 2010 lalu, aksi bom bunuh diri mengguncang sistem metro Moskow saat jam sibuk dan menewaskan 39 orang. Pelaku pengeboman adalah dua wanita asal wilayah konflik North Caucasus.
(ita/nrl)











































