Ratusan Ayam di Samarinda Mati Akibat Flu Burung

Ratusan Ayam di Samarinda Mati Akibat Flu Burung

- detikNews
Selasa, 25 Jan 2011 16:59 WIB
Samarinda - Flu burung menyerang ternak ayam di Samarinda, Kalimantan Timur (Kaltim). Dalam sebulan terakhir, ratusan ekor ayam kampung mati akibat virus H5N1 yang menyebar di Kecamatan Sambutan dan Kecamatan Sungai Pinang, Samarinda.

Pemerintah Kota Samarinda melalui Dinas Peternakan Kota Samarinda mencatat 200 ekor ayam mati diakibatkan terjangkit virus tersebut. Hewan-hewan ini tidak mati sekaligus, melainkan dalam beberapa kejadian.

"Matinya ayam tersebut tidak sekaligus. Terbanyak berada di salah satu wilayah di Kecamatan Sungai Pinang," kata Kasi Kesehatan Hewan dan Ikan, Dinas Peternakan Kota Samarinda, drh Jumianti kepada wartawan di kantornya, Jl Biola, Komplek Prefab, Samarinda, Selasa (25/1/2011).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sejak awal Januari lalu, Dinas Peternakan menerima laporan masyarakat yang tinggal di Kecamatan Sambutan terkait kematian ayam ternak mereka yang dicurigai terjangkit virus H5N1. Setelah memeriksa sampel bangkai ayam, ternyata positif terjangkit virus tersebut.

"Hari ini, saya juga memeriksa bangkai ayam di wilayah lainnya di Kecamatan Sungai Pinang di RT 3,4,5,13 dan RT 18 melalui rapid test terhadap bangkai. Hasilnya juga positif flu burung," ujar Jumianti.

Selain di Kecamatan Sungai Pinang dan Kecamatan Sambutan, tim kesehatan hewan juga memeriksa unggas di Kecamatan Samarinda Utara, Kecamatan Sungai Kunjang serta Kecamatan Samarinda Ulu.

"Di wilayah itu ada laporan ayam ternak mati jenis broiler tapi hasilnya negatif. Ada juga kesulitan kita tidak menemukan bangkai jadi belum bisa menyimpulkan positif atau tidak," tambah Jumianti.

Kematian ratusan ayam ternak kampung itu diduga akibat kedatangan ayam sejenis dari luar Samarinda, yang dibawa warga setempat. "Kita dapatkan informasi dan dugaan adanya ayam ternak luar Samarinda di Mugirejo (Kecamatan Sungai Pinang)," terangnya.

Akibat dari itu, sebagian dari ratusan ayam itu dimusnahkan pemiliknya. Petugas kesehatan hewan juga telah memberikan desinfektan untuk mengantisipasi penyebarluasan virus tersebut.

"Kita terus pantau dan kita minta warga berperan aktif melaporkan ke kita kalau ada menemukan ayam mati mencurigakan," sebut Jumianti.

Wabah virus H5N1 terparah sebelumnya pernah menyerang ayam ternak di Samarinda tahun 2007 lalu. Meski ini kasus pertama untuk tahun 2011, Jumianti mengaku tidak melakukan tindakan khusus untuk menghindari virus tersebut menjangkit manusia.

"Tidak, tidak ada (tindakan khusus). Kita tekankan agar warga yang habis memegang ayam untuk mencucinya dengan sabun. Kami minta warga tidak perlu khawatir dengan kejadian ini," tutup Jumianti.

(fay/fay)


Berita Terkait